Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Pendahuluan

Hipertensi adalah istilah medis untuk tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah jumlah tekanan pada darah yang ditekan terhadap dinding Arteri (pembuluh nadi). Arteri membawa darah yang dipompa oleh jantung menuju ke suluruh organ tubuh.

Apakah tekanan darah itu?

Tekanan darah setiap individu ditentukan oleh dua pengukuran:

  • Tekanan sistolik yakni tekanan di dalam arteri yang timbul saat jantung berkontraksi (berdetak)
  • Tekanan diastolik yakni tekanan di dalam arteri saat jantung relaksasi.

Tekanan darah dilaporkan sebagai tekanan sistolik per diastolik (contohnya 120/70 atau “120 per 70”). Tekanan darah yang tinggi meningkatkan beban pada jantung dan arteri, yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko terjadinya gagal jantung, serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Definisi Tekanan darah tinggi

Tekanan darah normal → kurang dari 120 per kurang dari 80 (<120 / <80)

Tekanan darah meningkat → 120 sampai 129 per kurang dari 80 (120-129 / <80) 

Individu dengan tekanan darah yang meningkat (atau bisa juga disebut pre-hipertensi) memiliki resiko menjadi hipertensi  dan terkomplikasi, namun obat-obatan yang digunakan untuk hipertensi tidak diketahui secara pasti bermanfaat untuk keadaan pre-hipertensi

Hipertensi dibagi menjadi 2, yaitu

  • Hipertensi Stadium 1 → 130 sampai 139 per 80 sampai 89 (130-139 / 80-89)
  • Hipertensi Stadium 2 → lebih dari 140 per lebih dari 90 (≥140 / ≥89)

Umumnya usia dewasa dengan hipertensi termasuk kategori hipertensi primer, yang artinya penyebab tekanan darah yang tinggi tidak diketahui penyebabnya. Selebihnya memiliki hipertensi sekunder, yang artinya terdapat penyebab yang mendasari terjadi tekanan darah tinggi, biasanya kelainan pada ginjal atau hormone.

Prevalensi

Hipertensi adalah masalah umum yang ada pada dunia kesehatan. Hipertensi semakin banyak terjadi seiring meningkatnya umur, 63 persen penderita hipertensi di Indonesia adalah umur diatas 60 tahun.

Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) tahun 2016 menunjukkan prevalensi hipertensi 32,4 persen di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, penderita hipertensi hanya 1/3 yang terdiagnosis, sisanya 2/3 tidak terdiagnosis. Data juga menunjukkan hanya 0,7% orang yang terdiagnosis tekanan darah tinggi minum obat hipertensi secara teratur. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak menyadari menderita hipertensi ataupun tidak mendapatkan pengobatan.

Gejala tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi umumnya tidak memiliki gejala, sehingga tidak menyadari bahwa adanya hipertensi. Sebagian kecil penderita merasakan adanya sakit kepala, sakit tengkuk, dan atau telinga terasa berdetak, mimisan, serta sesak nafas, namun gejala ini tidak spesifik dan biasanya tidak terjadi sampai tekanan darah mencapai stadium berat atau yang dapat mengancam nyawa.

Terapi hipertensi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung dan stroke. Resiko komplikasi tersebut semakin lama semakin meningkat apabila tekanan darah diatas 120/80.

Terapi hipertensi umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dengan :

  • Mengurangi konsumsi garam dalam makanan sehari-hari
  • Menurunkan berat badan, yang termasuk berat badan berlebih atau obesitas
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga minimal 30 menit sehari, 4 kali atau lebih per minggu

Obat anti hipertensi dapat diberikan apabila tekanan darah tetap tinggi setelah dilakukan perubahan gaya hidup, umumnya 140/90 atau lebih. Rekomendasi pemberian obat untuk tekanan darah dibawah angka tersebut dapat diberikan pada orang tua dan pada penderita adanya timbunan lemak pada dinding pembuluh arteri (arterosklerosis), stroke, ataupun penyakit arteri perifer, diabetes,  serta penyakit ginjal kronik.

Kapan harus bertemu dokter

Umur 18 tahun ke atas, sebaiknya memeriksakan tekanan darah dua tahun sekali. Mulai umur 40 tahun disarankan periksa tekanan darah 1 tahun sekali bagi yang tidak menderita hipertensi. Dokter anda akan merekomendasi pengukuran tekanan darah yang lebih sering jika pengukuran mencapai batas tekanan darah meningkat atau tinggi, serta yang memiliki resiko penyakit jantung dan pemubuluh darah, Jika anda tidak rutin menjumpai dokter, disarankan untuk mengukur tekanan darah di fasilitas kesehatan ataupun tempat lainnya yang menyediakan pengukuran.

Mesin tekanan darah yang tersedia untuk publik seperti di apotik, dapat memberikan informasi yang berguna tentang tekanan darah anda, namun mesin tersebut memiliki keterbatasan. Akurasi mesin tekanan darah tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran manset yang sesuai dan teknik pengukuran dan faktor pemeliharaan mesin. Tanya dokter anda tentang penggunaan mesin tekanan darah.

Sumber:

dr. Ivan Ramayana, SpPD, M.Ked(PD), FINASIM

Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh 

JL.T.Umar No.181-211 Banda Aceh.

Kode Pos  23243 

Banda Aceh, Aceh, Indonesia

Telp.(0651) 48114 – 41278, Fax (0651) – 40856

Facebook Comments