Print This Page
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

SEJARAH SINGKAT RS HARAPAN BUNDA

 

Rumah Sakit Harapan Bunda beranjak dari praktek pribadi, Pendiri Yayasan Harapan Bunda, dr. Zainal Bakri TA, ketika itu beliau pada tahun 1991 adalah seorang Pegawai Negeri Sipil mendirikan Rumah Bersalin pada tahun 1991-1993, pada awalnya dari Rumah Bersalin kecil yang sekarang akhinya menjadi cikal bakal Rumah Sakit Harapan Bunda dengan komplek yang terlihat sekarang.

Rumah Sakit Harapan Bunda hari kelahirannya dianggap tanggal 25 Desember 1991 yang dikaitkan dengan kelahiran bayi pertama di Rumah Bersalin, ketika itu persalinan ditolong oleh pendiri Rumah Sakit Harapan Bunda.

Rumah Sakit Harapan Bunda merupakan Rumah Bersalin yang bernaung di bawah ”Yayasan Harapan Bunda Utama ” dengan kapasitas 4 tempat tidur, 1 kamar bersalin, 1 kamar bayi dan 1 ruang kamar praktek 1 Poliklinik.

Tahun 1993 Rumah Bersalin Harapan Bunda ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak Harapan Bunda dengan kapasitas 15 tempat tidur, 2 kamar bersalin, 1 kamar bayi dan 1 ruang kamar praktek. Tahun 2005 Rumah Sakit Ibu dan Anak ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Harapan Bunda dengan 4 Blok berlantai 4 dengan kapasitas 60 tempat tidur dan ruang poliklinik/praktek lantai 1.

Pada tahun 2007 dibuka fasilitas NICU dibawah pengawasan dokter Spesialis Anak dan fasilitas ICU dengan kapasitas  3 kamar tidur dengan tuntutan masyarakat jumlah kapasitas tersebut menjadi 7 tempat tidur adalah rumusan perusahaan yang berkembang sehat ”laba untuk expansi bukan sekedar untuk dikosumsi” demi berperan serta aktif dalam pembangunan Provinsi Aceh.

Facebook Comments